Ketua Panitia Bright Society Fest 2025, Fadil Sinaga, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah inkubasi pelajar dan mahasiswa untuk mengasah kreativitas, intelektualitas, serta kepemimpinan yang berdampak bagi masyarakat. Sejalan dengan Kurikulum The UAG Way, festival ini menanamkan nilai integritas dan profesionalisme sejak dini.

Talkshow Nasional: Koperasi Merah Putih sebagai Ekosistem Masa Depan

Dalam sesi talkshow, Menteri Koperasi dan UKM RI, Ferry Juliantono, bersama Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari, memaparkan visi Koperasi Merah Putih sebagai gerakan nasional menuju kedaulatan ekonomi. Koperasi diposisikan sebagai wadah usaha kolektif yang solutif bagi generasi muda dan pelaku UMKM.

Menteri Koperasi menekankan dua solusi utama bagi UMKM, yakni dukungan pembiayaan melalui LPDB dan pemanfaatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai agunan. Langkah ini diharapkan membuka akses modal yang lebih luas sekaligus mendorong inovasi berbasis kreativitas anak bangsa.

Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, yang ditargetkan hadir di lebih dari 80 ribu wilayah, diharapkan menjadi ekosistem ekonomi baru. Kolaborasi antara Kementerian Koperasi, ESQ, UAG, serta pelaku UMKM diyakini mampu menciptakan jaringan ritel modern yang produknya dihasilkan oleh alumni dan mahasiswa.

Pendidikan Karakter dan Metode SKID

Founder ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian, menjelaskan bahwa nilai spiritualitas harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Melalui Metode SKID (Spiritualitas, Kreativitas, Intelektualitas, Dampak), pendidikan tidak berhenti pada teori, tetapi menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurut Ary, Koperasi Merah Putih adalah bentuk konkret dari koperasi spiritual yang berlandaskan nilai kebersamaan, keadilan, dan karakter Ihsan, Iman, dan Islam. Konsep ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

Komitmen Universitas Ary Ginanjar

Rektor UAG, Dyah Utami, menyatakan kesiapan kampus dalam mengintegrasikan program pengabdian masyarakat dengan gerakan koperasi nasional. Hal ini memperkuat posisi UAG sebagai kampus dengan atmosfer bisnis, yang mengedepankan Leadership & Business, Character Building, serta pengembangan kompetensi akademik dan profesional.

Dukungan juga datang dari Ketua Dewan Pakar ESQ, Dr. Aries Muftie, yang mendorong pembentukan konsentrasi manajemen koperasi modern. Ia menilai koperasi simpan pinjam dapat menjadi solusi konkret dalam menghadapi tantangan ekonomi, termasuk maraknya pinjaman online.

 

Kompetisi dan Pengembangan Talenta Muda

Bright Society Fest 2025 menghadirkan berbagai kompetisi seperti Business Case Competition, Public Speaking, Musabaqah Hifdzil Qur’an, dan Digital Poster Competition. Seluruh lomba dirancang untuk menumbuhkan pengembangan diri dan kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta inovasi di era Artificial Intelligence (AI) dan digital startup.