Acara ini dibuka dengan penampilan seni wayang oleh Sanggar Wayang Arjuna sebagai bentuk hiburan sekaligus upaya pelestarian budaya Nusantara. Penampilan wayang tersebut menjadi simbol harmonisasi antara nilai budaya lokal dan diskursus global, sejalan dengan semangat keberlanjutan dan kolaborasi lintas sektor yang diusung dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

GEMPAR Batch 4 diselenggarakan sebagai ruang diskusi strategis yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan profesional untuk membahas peran Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin ke 17: “Partnership for the Goals”, dalam memperkuat posisi Indonesia di mata investor global. Kegiatan ini melibatkan Metro TV sebagai media partner serta didukung oleh Sabilurahmah Travel, Drone Emprit, dan PT Malaika Santara Abadi.

Menghadirkan dua pembicara kunci nasional, yakni Arief Suditomo Direktur Utama Metro TV, dan Ary Ginanjar Agustian, Founder Universitas Ary Ginanjar dan ESQ Corp. GEMPAR Batch 4 ini diikuti oleh karyawan korporasi, profesional, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai latar belakang. Acara ini juga dimoderatori oleh salah satu dosen prodi ilmu komunikasi UAG, yakni Isti Budhi Setiawati, yang juga cukup konsen dalam isu keberlanjutan.

Menariknya, sebelum memasuki ruangan auditorium, ada lorong kecil yang diujungnya terdapat space seperti museum. space tersebut berisi berbagai foto kegiatan dan projek yang diselenggarakan oleh Mahasiswa prodi ilmu komunikasi.

Di tengah persaingan global dalam menarik investasi, daya tarik suatu negara tidak lagi ditentukan semata oleh stabilitas ekonomi dan kekayaan sumber daya alam. Kualitas sumber daya manusia, kredibilitas informasi, serta kekuatan kolaborasi lintas sektor kini menjadi faktor penting yang dipertimbangkan investor global. Dalam konteks ini, SDGs dipandang bukan hanya sebagai agenda pembangunan, tetapi juga sebagai instrumen reputasi dan kepercayaan internasional.

Dalam paparannya, Arief Suditomo menegaskan bahwa peran praktisi komunikasi dan media sangat strategis dalam membangun kesepahaman publik.“Tugas praktisi komunikasi adalah memberikan rekayasa sosial melalui pesan-pesan yang disampaikan untuk menuju kesepakatan bersama”, ujar Arief Suditomo.

Ia juga menjelaskan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam menyebarkan narasi pembangunan secara konsisten dan kredibel, baik melalui media arus utama (mainstream) maupun media digital, agar komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan dapat dipahami oleh masyarakat nasional maupun global.

Sementara itu, Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian, Founder Universitas Ary Ginanjar dan ESQ Corp, menekankan bahwa kekuatan narasi tidak hanya bertumpu pada data dan strategi, tetapi juga pada nilai spiritual, kreativitas, intelektualitas, serta dampak nyata yang dihasilkan. Menurutnya, keempat elemen tersebut harus berjalan beriringan agar pesan pembangunan dan keberlanjutan dapat diterima secara utuh oleh masyarakat global.

Diskusi dalam GEMPAR Batch 4 berlangsung secara santai dan interaktif, memberikan ruang bagi narasumber dan peserta untuk bertukar wawasan mengenai praktik kolaborasi lintas sektor serta strategi komunikasi yang mendukung terciptanya iklim investasi berkelanjutan di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan GEMPAR Batch 4, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa keberhasilan SDGs, khususnya kemitraan strategis harus diiringi dengan komunikasi yang kuat, kredibel, dan berakar pada nilai budaya bangsa. Dengan demikian, Indonesia dapat semakin dipercaya dan dipandang sebagai destinasi investasi berkelanjutan di mata dunia.